Tipe-Tipe Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik

1 komentar

Tipe-tipe mahasiswa jurusan ilmu politik

Beberapa Tipe Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik

Bagitulisan.com - Selain mata kuliah, tak kalah penting bagi calon mahasiswa baru untuk mengetahui kondisi lingkungan jurusannya. Termasuk pola hidup para mahasiswa. Tak terkecuali bagi mahasiswa jurusan Ilmu Politik yang memiliki kebiasaan, kebudayaan, dan kegiatan ekstra yang anak ilpol banget.

Menurut hasil riset 3.5 tahun saya hidup di jurusan tersebut, setidaknya pola hidup mahasiswa jurusan Ilmu Politik terbagi menjadi 4 tipe, yaitu tipe kritis, tipe aktivis, tipe penulis, dan tipe mistis.


Tipe Kritis

Pasti kamu pernah mengalami ada satu teman sekelasmu yang dominan bertanya dan berbicara saat guru menerangkan pelajaran. Apakah kamu sedikit merasa ciut atau kesal dengan temanmu tersebut yang cerewet nan ambis? Selamat, di jurusan Ilmu Politik juga ada.

Hati-hati ketika tidak satu kelompok tugas dengannya. Saat giliranmu presentasi, BOOM! ratusan halaman pertanyaan dilayangkan pada kelompokmu. Googling tidak akan ditemukan keyword jawaban yang sesuai.

Sebaliknya, ketika ia yang presentasi, maka seisi kelas hening tanpa pertanyaan. Kenapa? Tak ada celah bertanya, tak ada waktu jeda istirahat menyimak.

Jadi, disarankan untuk secepatnya melakukan negosiasi dengan orang tersebut agar tugas aman, hati pun nyaman.

Serius, Lorenzo.

Intinya adalah tipe ini ambisius dan kejar target. Namun, enaknya ada teman seperti ini adalah setiap angkatan memiliki jagoannya sebagai perwakilan antar perguruan tinggi. Jika juara, kita juga bangga.

Tenang, tipe ini juga humble dan mudah diajak komunikasi. Termasuk aktif berorganisasi internal-eksternal dan juga rajin masuk kuliah tepat waktu. Teladan dan disayang dosen deh.


Tipe Aktivis

Dari title nya juga sudah jelas ya. Mahasiswa yang satu ini sangat offensive. Demo nya. Intinya jiwa perjuangan dan bela negaranya tinggi menjulang. Mahasiswanya aktif ya, Bund.

Namun, sayangnya banyak mahasiswa tipe ini kurang fokus dalam bidang akademik sehingga kelulusannya terhambat.

Bukannya tidak paham atau kurang pintar, tapi pelajaran formal berjam-jam di dalam kelas kurang greget bagi mereka. Kurang nyaman terlalu lama berteori saja. Maunya gas sajalah praktik langsung di Gedung DPR RI.

Tipe aktivis juga mudah diajak komunikasi dan mungkin lawan yang diajak bicara akan terbawa suasana. Mungkin karena skill public speaking nya sering diasah dengan baik dari pengalaman aksi.

Tidak jarang menjadi salah satu kandidat ketua himpunan, senat, bahkan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Namun, biasanya cenderung lebih banyak menghabiskan di organisasi eksternal. Keren.

Sebagai catatan, jurusan Ilmu Politik tidak mengajarkan memecahkan masalah dengan demonstrasi, tapi memecahkan masalah dengan landasan teori.


Tipe Penulis

Jika tipe aktivis offensive, maka tipe penulis adalah deffensive. Biasanya mahasiswa ini di kelas rajin nulis. Semua hal yang ditulis dan didikte dosen dicatat. Writing anything. Tapi silakan kamu ajak obrol. Dia pasti mati gaya. Ya, karena mereka sedikit ansos (anti sosial).

Kutubuku kah? Belum tentu. Ada yang tidak semangat berkuliah di jurusan Ilmu Politik karena terpaksa, yang penting kuliah. Ada juga karena ingin merubah sifatnya yang dulu pemalu, tapi belum bisa beradaptasi.

Fenomena yang unik memang. Namun jangan pernah dikucilkan. Jika bisa, inisiatiflah ajak mereka untuk berkomunikasi. Mereka butuh pengertian lebih karena perlu ‘didorong’ untuk semangat.

Namun, di balik kekurangan tersebut akan menuai sebuah kemampuan baru. Writing skill. Tidak akan terasa semester demi semester terus menulis akhirnya menjadi pandai menulis. Sangat membantu proses kelulusan dan prospek kerja yang satu relasi ilmu politik.

Jika tipe penulis masuk organisasi, rata-rata akan menjadi juru notulen/tulis. Pun, saat tugas kelompok membuat makalah atau bahan presentasi. Awas kalau memanfaatkan mereka ya. Lapor rektor nih.


Tipe Mistis

Sekali lagi, kenali dulu jurusan mana yang akan kamu masuki. Jangan sampai di tengah jalan menyesal karena ketidaktahuanmu. Tidak jarang ada makhluk-makhluk kasat mata di masa orientasi, tapi saat kuliah formal berjalan mereka menghilang. Padahal tidak ada serangan dari negara Api.

Mungkin pecinta kebersihan juga sampai-sampai absenpun bersih tanpa noda tinta pena. Ada juga yang menyebut tipe ini sebagai para Donatur Jurusan. Sudah bayar, tapi orangnya tidak pernah hadir. 

Eh, pernah. Saat orientasi.

Biasanya, kamu akan melihat mereka ketika presentasi hanya bertugas sebagai pemindah slide power point

Beban, serius.

Namun jangan salahkan sepenuhnya juga. Mereka pasti punya alasannya tersendiri. Tetap berteman, kecuali kalau kamu ditinggalkan duluan. Jadi baper.

Intinya, tipe mistis bisa ada dan tiada kehadirannya. Malah, tiba-tiba ada yang selingkuh ke jurusan lain bahkan perguruan tinggi.

organisasi ekstra

Kegiatan Ekstra Jurusan Ilmu Politik

Sama seperti sekolah, kehidupan kuliah juga memiliki beragam ekstrakulikuler. Juga, tidak memengaruhi jurusan harus kemana.


Terbiasa Mengikuti Organisasi

Hanya saja, untuk mahasiswa ilmu politik banyak dari mereka yang memilih di kapasitas ruang lingkup organisasi struktural dan jurnalistik. Bahkan, ada organisasi nasional untuk jurusan Ilmu Politik, yaitu Himapol (Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik).

Biasanya dibagi persektor untuk lebih efisien mengoordinirnya. Misal Sektor Jakarta Selatan tergabung dari 7 perguruan tinggi. Berbeda lagi jumlahnya dengan Bandung atau Bogor. Dst. Tergantung dari seberapa banyak jurusan Ilmu Politik di wilayah itu.


Pekerjaan Paruh Waktu

Ada juga yang tidak menyia-nyiakan waktunya untuk menghasilkan uang. Banyak juga pekerja paruh waktu atau magang meskipun status mahasiswa reguler.

Adapun jenis pekerjaan yang biasa ada di lingkungan kepenulisan dan survei. Sisanya seperti menjadi ojek online atau fotokopi.


Kursus Tambahan

Satu ini lebih kepada semangat menuntut ilmu. Mungkin cita-citanya melebar dari ilmu politik atau fast track melanjutkan jenjang S2. Sedikit yang seperti ini, tapi di lingkungan jurusan Ilmu Politik setiap angkatan ada yang serajin ini.

fashion style mahasiswa

Fashion Style Ala Ilmu Politik

Meskipun tidak semencolok dan sekreatif jurusan Tata Rias atau Design, tapi penampilan tetap ada pada setiap orang. Anak ilmu politik biasanya memakai setelan baju polo atau kemeja warna gelap atau baju jurusan/himpunan dengan celana jeans.

Ada juga yang sering memakai almamater karena sering ditugaskan banyak event. Jangan lupa gaya rambut panjang yang dikuncir dan tas ransel berisi barang bawaan yang sedikit.

Maklum memang sesederhana itu. Bahkan sebenarnya bebas. Terkadang, jika dapat dosen yang baik diperbolehkan memakai baju kaus kasual. Jurusan Ilmu Politik sendiri didominasi kalangan kaum Adam.


Penutup

Gimana, apakah kamu tertarik masuk jurusan Ilmu Politik? atau jadi ragu?

Apapun pilihanmu yang terpenting adalah tidak menyesal di kemudian hari. Jangan sampai loncat-loncat jurusan. Saatnya masa kuliah menjadi batu pijakan yang membuat diri semakin lebih dewasa.

Semoga bermanfaat. Keep learning.





Related Posts

1 komentar

Posting Komentar